Sunday, July 21, 2019

Jenis Topologi Jaringan Komputer

Kali ini saya akan memberikan sedikit materi mengenai Topologi yang memiliki pengertian suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Topologi jaringan yang saat ini banyak digunakan di kantor, sekolah atau tempat lainnya adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Dari masing-masing topologi tersebut terdapat ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.


1. Topologi BUS
Topologi Jaringan
Topologi bus terlihat pada skema di atas. Memiliki keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:

Keuntungan:
- Layout kabel sederhana
- Hemat kabel
- Mudah dikembangkan

Kerugian:
- Kepadatan lalu lintas
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh
- Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa


2. Topologi Token RING
Topologi Jaringan
Topologi RING terlihat pada gambar di atas. Metode token-ring ini adalah cara menghubungkan lebih dari 2 komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpulnya memiliki tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop (berulang), data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:

Keuntungan:
- Hemat kabel

Kerugian:
- Pengembangan jaringan lebih kaku
- Peka kesalahan
Baca Juga : Model Referensi OSI

3. Topologi Star
Topologi

Topologi Star memiliki kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan yang lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server pusat. Namun tentu saja terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:

Keuntungan:
- Sangat fleksibel
- Pemasangan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu jaringan lainnya
- Kontrol terpusat
- Mudah dalam deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Mudah dalam mengelola jaringan

Kerugian:
- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis, Jika server pusat mati maka client server juga

4. Topologi Peer-to-peer Network
Topologi Jaringan
Peer dalam bahasa Indonesia artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network yaitu sebuah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (paling banyak 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Sera dapat memakai program yang dipasang di komputer Resa, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Sistem jaringan Peer to Peer juga dapat digunakan di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan digunakan.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai Jenis Topologi Jaringan Komputer yang dapat saya sampaikan di artikel kali ini. Semoga dapat anda gunakan dengan bijak dan dapat membantu anda dalam mengerjakan tugas kuliah. 
Read more

Cara Membobol Password Komputer Dengan Mudah Tanpa Software

Pernahkah kalian lupa password komputer anda sendiri? Pasti kesel dan bingung harus apa yah? Gak perlu khawatir, karena kalau teman-teman mengetahui caranya, pasti tidak akan bingung seperti sekarang. Kali ini saya akan memberitahukan cara membobol password komputer dengan mudah dan cepat tanpa menggunakan software apapun.
cara membobol password komputer dengan mudah
Perhatikan dan baca dengan jelas yah tutorial atau cara membobol password komputer dengan mudah berikut ini. 


Ok, langkah- langkahnya :
1. Restart komputer anda dan segera tekan F8 saat loading / booting, maka akan masuk secara otomatis ke Safe mode.
2. Setelah sekian detik atau menit anda akan masuk ke windows safe mode, lalu selanjutnya masuk lah sebagai administrator.
3. Kemudian anda bisa klik start - setting - control panel - user accounts.
4. Anda bisa pilih user account yang diporteksi oleh password yang anda lupa.
5. Setelah itu anda tinggal klik saja remove password.
6. Jika sudah remove password selanjutnya anda restart kembali komputer anda untuk masuk kembali ke windows.
7. Sekarang anda sudah bisa login tanpa diminta password lagi, cobalah trik ini saat anda lupa dengan password komputer anda.
8. Jika anda ingin memproteksi kembali komputer anda dengan password jangan lupa untuk catat password anda di tempat aman supaya tidak lupa kembali.

Nah gampang dan mudah banget kan cara membobol password komputer tanpa software. Gunakan cara ini hanya untuk komputer anda yah, jangan gunakan cara ini untuk komputer orang lain tanpa seijin yang punya. Saya melakukan cara tersebut di windows 7 ya teman-teman. Jika berbeda windows 8, atau windows 10 boleh kasih tau caranya di kolom komentar yaaah..

Ingat sekali lagi jangan coba-coba cara membobol password komputer tanpa software ini kepada komputer orang lain tanpa ijin yah. Jika ingin membantu teman atau orang terdekat anda terkait lupa password, usahakan mendapat ijin terlebih dahulu dari yang punya komputer.

Sekian dahulu yah cara membobol password komputer anda saat lupa password. Semoga tulisan ini bisa membantu anda saat anda lupa password komputer anda. 
Read more

Friday, July 12, 2019

Pendukung Operasi Dalam Sistem Informasi

Menurut dukungan yang diberikan kepada pemakai, sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memproses transaksi, mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan serta memperbaharui database perusahaan. 
Pendukung Operasi Dalam Sistem Informasi

TRANSACTION PROCESSING SYSTEM (T.P.S)
Transaction Processing Systems (TPS)/ sistem pemrosesan transaksi adalah bentuk sistem informasi yang berfungsi merekam semua aktivitas/ kejadian di dalam perusahaan meliputi mencatat data, memproses data dan menghasilkan informasi baku atau standar

Cara kerjanya yaitu mula-mula data transaksi dimasukkan ke dalam sistem dan kemudian disimpan ke dalam basis data dan selanjutnya sistem dapat memberikan laporan ataupun dokumen tentang transaksi. Pemakai dapat meminta suatu permintaan terhadap data dan sistem akan memberikannya. Pemakai juga dapat mengambil data (download) ataupun meletakkan data (upload) ke dalam basis data. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian.

Tujuan dari TPS, adalah :
- Mencatat transaksi data
- Mempercepat pemrosesan data
- Menyajikan informasi
- Meningkatkan kinerja dan pelayanan

Tugas pokok dari TPS, yaitu:
1. Pengumpulan Data -> setiap organisasi yang ber-interaksi langsung dengan lingkungannya dalam penyediaan jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yang mengumpulkan data transaksi yang bersumber dari lingkungan.

2. Manipulasi Data -> data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulu sebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasi atau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi. Beberapa tugas manipulasi data adalah sebagai berikut
a. Klasifikasi -> data dikelompokkan menurut kategori tertentu, misalnya menurut jenis kelamin, menurut agama, menurut golongan dan sebagainya.
b. Sortir -> data diurutkan menurut urutan tertentu agar lebih mudah dalam pencarian data, misalnya di-sortir menurut abjad nama, atau menurut nomer induk, dan sebagainya.
c. Perhitungan -> melakukan operasi aritmetika terhadap elemen data tertentu, misalnya menjumlahkan penerimaan dan pengeluaran setiap hari, atau menghitung jumlah hutang pelanggan, dan sebagainya.
d. Pengikhtisaran -> melakukan peringkasan data (summary) seperti sintesa data menjadi total, sub-total, rata-rata, dan sebagainya.

3. Penyimpanan data -> data transaksi harus di-simpan dan dipelihara sehingga selalu siap memenuhi kebutuhan para pengguna.

4. Penyiapan dokumen -> beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk memenuhi keperluan unit-unit kerja dalam organisasi

OFFICE AUTOMATION SYSTEM (O.A.S) dan KNOWLEDGE SYSTEM (K.W.S) 

OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data/ atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.

OAS/Otomatisasi perkantoran adalah semua sistem informasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berbeda di dalam maupun di luar perusahaan. Dengan kata lain otomatisasi perkantoran merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian OAS merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan.

MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM/S.I.M
Management information system/ sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi Manajemen (SIM) menggunakan data dari sistem pengolahan transaksi (SPT/TPS) bersama dengan
data lainnya, untuk diolah menjadi laporan tertentu.


SIM akan terbentuk secara utuh jika semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan nama Enterprise Information System (EntIS). SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data)

DECISION SUPORT SYSTEMS (D.S.S)
DSS/ Sistem Penunjang keputusan merupakan Sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data serta model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan. DSS dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semiterstruktur yang spesifik. Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang Tujuan dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah  

- Membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
- Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya


- Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer.

ESS/EIS
Executive Support Systems (ESS)/ Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System atau EIS) merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif/manager tingkat atas terutama informasi menyeluruh tentang kinerja organisasi untuk mendukung kegiatan dan pekerjaannya. Sistem informasi yang digunakan manajer tingkat atas untuk membantu masalah tidak terstruktur. level atas menggunakan perencanaan stratejik dimana data yang didapat adalah data eksternal dan sedikit penggunaan model analitikal serta bersifatnya umum.

Komponen Sistem Informasi Eksekutif
1. Perangkat Keras (Hardware)
- Input data
- CPU
- File Penyimpan data.
- Output Device
- Perangkat pendukung lainnya

2. Perangkat Lunak (Software)
Pemilihan software dapat mempengaruhi keefektifan dalam mendesain suatu sistem informasi eksekutif (EIS). Oleh sebab itu komponen perangkat lunak dan bagaimana mngintegrasikan datanya kedalam suatu sistem sangatlah penting. Software dasar yang diperlukan untuk suatu SIE meliputi empat

komponen yaitu :
1) Texbase software 
dokumentasi umum yang sering digunakan

2) Database 
Database heterogen yang dimasukkan dalam jaringan, baik data internal maupun eksternal yang dapat diakses oleh eksekutif.

3) Grafis dasar 
Data yang direpresentasikan dalam bentuk visual. Biasanya berupa bagan, gugus berkala, diagram, peta, grafis gerak, bagan urutan dan perbandingan graf orientasi (bagan balok).

4) Model Dasar 
Memodelkan SIE dalam bentuk data statistik. Dapat berupa data keuangan dan analisa kuantitatif lain.

5) Software 
harus compatible dengan hardware, mudah digunakan, hemat biaya, layak digunakan dan sesuai dengan permintaan eksekutif.

6) User Interface 
User Interface sangat memerlukan flesibilitas, kelengkapan data, menu, submenu dan pilihan bantuan, terutama untuk pengambilan keputusan. Data yang tidak/kurang user interface akan sangat mempengaruhi bagi jalannya organisasi.


7) Telekomunikasi 
Telekomunikasi memgang peranan penting dalam mengirimkan data dari suatu tempat ke tempat lain, telekomunikasi dapat mempercepat distribusi data dan kebutuhan akan akses data.

EIS lebih sering digunakan daripada MIS atau DSS . Hal ini disebabkan oleh fungsi MIS yang hanya menyediakan laporan-laporan standar yang hasilnya dipakai untuk memantau indikator-indikator yang sama dan tak dapat digunakan untuk menganalisis masalah, sedangkan DSS yang penggunaannya sangat menuntut adanya keahlian khusus, sehingga hanya seorang analisis yang bisa memanfaatkannya. EIS mempunyai perbedaan dengan sistem informasi lain, nah EIS dirancang untuk membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan dalam bentuk yang paling bermanfaat, bukannya untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Itulah materi kuliah mengenai Pendukung Operasi Dalam Sistem Informasi di dalam perusahaan ataupun dalam hubungan manajemen selain perusahaan.
Read more

Tuesday, July 9, 2019

Belajar Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)

Pada tahun 1954 penggunaan komputer dalam mengolah data akuntansi sudah dilakukan, untuk mengolah daftar gaji dan program ini disebut program data akuntansi. Aplikasi tersebut kemudian diikuti untuk mengolah program lainnya adalah sistem informasi manajemen, sistem pembuat keputusan, automatisasi kantor, dan sisitem pakar. Kelima aplikasi inilah yang termasuk CBIS/ Sitem informasi berbasis komputer.

Perusahaan mengkhususkan informasi dalam organisasi untuk memberikan keahlian kepada pegawainya dalam mengembangkan sistem berbasis komputer. keahlian ini nantinya akan diharapkan melahirkan para spesialis atau ahli khusus yang terdiri atas para analis sistem (system analist), para admin basis data (data base administrator), ahli-ahli jaringan (network specialist), para pemrogram (programmers) dan para pelaksana (operators).

C.B.I.S
Sistem informasi berbasis komputer atau (CBIS) mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan yang penting dalam sebuah sistem informasi dimanapun. Secara teori, penerapan sebuah sistem informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Diharapkan dengan CBIS dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari sistem informasi dalam pengendalian manajemen organisasi, yaitu:

1) Penghematan waktu (time saving).
2) Penghematan biaya (cost saving).
3) Peningkatan efektifitas (effectiveness)
4) Pengembangan teknologi (technology development)
5) Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development).

Belajar Sistem Informasi Berbasis Komputer


Yang menjadi acuan dari CBIS adalah sistem komputer, dan sistem informasi serta yang memanfaatkan CBIS adalah user yang bertindak sebagai sistem manajemen, sehingga istilah-istilah yang terkait dalam CBIS antara lain:

1. Sistem Komputer (Computer System), meliputi:
- Hardware
- Software
- Brainware

2. Sistem Informasi (Information System), meliputi:
- Input
- Model
- Output
- Database Technology
- Kontrol

3. Sistem Manajemen (Management System), meliputi:
- Functional Management
- Level Management

EVOLUSI C.B.I.S
Usaha penerapan komputer dalam berbagai bidang terus berkembang sesuai perkembangan telekomunikasi dan teknologi informasi. Tahapan perkembangan tersebut atau disebut sebaga evolusi dari CBIS, adalah sebagai berikut:

1. Fokus awal pada data (electronic data processing – EDP)
Awalnya, penggunaan komputer terfokus pada data, kemudian muncul penekanan pada informasi serta pendukung keputusan. Perusahaan-perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya.
Sehingga dulu komputer generasi pertama digunakan untuk hal yang terbatas pada aplikasi akuntansi. Nama yang diberikan untuk aplikasi awal ini adalah Electronic Data Processing (EDP)/ Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

2. Fokus baru pada informasi (SIM)
Konsep penggunaan komputer sebagai SIM mulai dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan yang sudah ada. Namum ada beberapa penyebab kurangnya hasil yang aktual karena kurangnya pengetahuan tentang komputer diantara para pemakai, kurangnya pengertian bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajer.

3. Fokus revisi pada pendukung keputusanb(DSS)
Mulai diterapkannya sistem pendukung keputusan/ decision support systems/DSS yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.

4. Fokus sekarang pada komunikasi(AO)
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation/OA. OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaaan alat-alat elektronik. OA dimulai tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic tape/Selectric typewriter (MT/ST) yaitu mesin tik yang dapat mengetik katakata yang telah terekam dalam pita magnetik. Operasi pengetikan otomatis ini mengarah pada aplikasi AO yang disebut pengolahan data (word processing).

5. Fokus potensial pada konsultasi/sistem pakar (AI/ES)
Ditandai dengan berkembangnya salah satu sistem komputer yang merupakan adaptasi dari penalaran logis manusia yakni AI (Artificial Intelligence). Yang kini tengah mendapat perhatian dari banyak kalangan yang merupakan bagian khusus dari AI yakni Sistem Pakar (Expert System) yaitu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang Dengan demikian secara garis besar evolusi dan model CBIS dapat disimpulkan:
Komputer mula–mula digunakan sebagai sistem informasi akuntansi (SIA) tapi kemudian disadari memiliki nilai potensial sebagai suatu sistem informasi Manajemen (SIM). Selanjutnya perhatian meluas pada area seperti sistem pendukung keputusan (decision support systems/DSS), otomatisasi kantor (officeautomation/OA) dan sistem pakar (expert systems/ ES). Kelima area aplikasi ini membentuk sistem informasi berbasis komputer/CBIS.

Demikian lah materi kuliah mengenai Belajar Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS). Semoga dapat membantu anda dalam mengerjakan tugas materi kuliah sistem informasi anda atau membantu membuat soal untuk UAS / UTS.
Read more

Wednesday, October 17, 2018

Cara Mengembangkan Sistem Informasi

Ada banyak cara mengembangkan sistem informasi dan yang kali ini akan bahas ada 5 cara pengembangan sistem informasi, seperti insourcing, prototyping, pemakai paket perangkat lunak, selfsourcing dan outsourcing.
cara+mengembangkan+sistem+informasi


1. Insourcing
Merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan memanfaatkan spesialis yang ada dalam perusahaan tersebut. Contohnya adalah usaha pengembangan ICT dalam perusahaan, dengan membentuk divisi khusus yang berkompeten di bidangnya, seperti departemen EDP (Electronic Data Processing). Pada umumnya, alasan utama dari penerapan in-sourcing adalah faktor biaya.

Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pendekatan in-sourcing

1) Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.
2) Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih
3) Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport dan lain-lain.
4) Kedekatan departemen IT dan end user akan mempermudah komunikasi dalam pengembangan sistem.
5) Pengembangan sistem dilakukan oleh orang IT, sehingga penerapan software/hardware relatif lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
6) Biaya yang lebih murah karena tidak ada kontrak.
7) Respon yang cepat ketika terjadi masalah dalam sistem karena yang menangani masih dalam perusahaan yang sama .
8) Fleksibel, karena perusahaan dapat meminta perubahan sistem pada karyawannya sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kelemahan Penggunakan in-sourcing

1) Perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.
2) Mengurangi fleksibilitas strategi.
3) Supplier yang berpotensi memberikan produk dan layanan yang mahal.
4) Kinerja karyawan cenderung menurun ketika sudah menjadi pegawai tetap, karena faktor kenyamanan yang dimiliki pegawai tetap.
5) Tidak ada batasan biaya dan waktu yang jelas, karena tidak ada target.
6) Kebocoran data yang dilakukan oleh karyawan IT, dikarenakan tidak ada reward dan punishment yang jelas.
7) End user tidak terlibat secara langsung, sehingga terdapat kemungkinan hasil implementasi sistem tidak sesuai dengan kebutuhan end user.

2. Prototyping
Merupakan suatu pendekatan yang membuat suatu model yang memperlihatkan fitur-fitur suatu produk, layanan, atau sistem usulan. Modelnya dikenal dengan sebutan prototipe. Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pendekatan Prototyping

1) End user dapat berpartisipasi aktif
2) Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan
3) Mempersingkat waktu pengembangan SI
4) Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
5) Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
6) Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
7) Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
8) Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kelemahan penggunaan prototyping

1) Proses analisis dan perancangan terlalu singkat
2) Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah
3) Bisanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan
4) Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah

3. Pemakai paket perangkat lunak
Pada prakteknya, sebuah paket perangkat lunak seringkali belum sesuai dengan semua kebutuhan perusahaan. Namun, adakalanya kemampuan yang ditawarkan sebuah paket perangkat lunak jauh melebihi dari kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan pula tindakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara kemampuan yang ditawarkan paket perangkat lunak dengan kebutuhan perusahaan. Pada keadaan seperti ini, tentu saja modul-modul yang sekiranya belum diperlukan dapat tidak dibeli.

Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pemakaian perangkat lunak

1) Menurangi kerja untuk perancangan, pemprograman, installasi dan pemeliharaan
2) Dapat menghemat waktu dan biaya jika yang dikembangkan adalah aplikasi bisnis yang umum
3) Mengurangi kebutuhan sumber daya internal bidang sistem informasi

Kelemahan

1) Kemungkinan tidak cocok dengan kebutuhan organisasi yang bersifat unik
2) Kemungkinan tidak dapat melakukan beberapa fungsi bisnis dengan baik
3) Pencocokan dengan kebutuhan menaikan biaya pengembangan

4. Selfsourcing
Merupakan suatu model pengembangan dan dukungan sistem teknologi informasi yang dilakukan oleh para pekerja pada suatu area fungsional dalam organisasi dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem informasi atau tanpa sama sekali. Model ini juga dikenal dengan end-user computing atau end-user development.
Keuntungan

1) Pemakai mengendalikan pembuatan sistem
2) Menghemat waktu dan biaya pengembangan
3) Mengurangi ketertinggalan aplikasi yang dikehendaki

Kelemahan

1) Dapat membuat sistem informasi berkembang biak tanpa dapat dikendalikan
2) Sistem tidak selalu memenuhi dengan standar jaminan mutu

5. Outsourcing
Pelimpahan suatu proses bisnis kepada pihak di luar organisasi yang dianggap mahir dibidang tersebut. Perusahaan mengambil pendekatan ini untuk lebih fokus meningkatkan performa “core competency” perusahaan. Misalnya perusahaan konsultan keuangan dengan 100 karyawan, yang menyerahkan urusan terkait IT, termasuk penyewaan, pemeliharaan komputer, pembuatan program dan sebagai, kepada suatu perusahaan outsource IT, sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain.

Keuntungan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource dalam mengembangkan sistem informasinya adalah :

1) Perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis intinya.
2) Dapat melakukan alih skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
3) Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan di masa datang
4) Sistem yang dibangun perusahaan outsource biasanya merupakan teknologi yang terbaru,sehingga dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan pengguna.
5) Dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
6) Bahasa pemrograman dan database disesuaikan dengan software yang sudah ada, sehingga menjadi seragam
7) Dapat diintegrasikan dengan software yang telah ada, karena staff IT mengetahui source codenya. Dengan tambahan keuntungan yaitu ditangani oleh tim yang lebih profesional di bidangnya, sehingga software yang dikembangkan lebih bagus kualitasnya.
8) Secara keseluruhan pendekatan outsourcing termasuk pendekatan dengan biaya yang rendah dibandingkan dengan insourcing, karena risiko kegagalan dapat diminimalisir

Kelemahan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource antara lain :

1) Biayanya lebih mahal dibandingkan mengembangkan sendiri
2) Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan di masa yang akn datang
3) Menurunkan kontrol perusahaan terhadap SI yang dikembangkan.
4) Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
5) Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Demikian materi singkat tentang cara mengembangkan sistem informasi yang dapat saya sampaikan di artikel kali ini. Semoga kawan kawan terbantu dalam mempelajari ilmu sistem informasi manajemen atau yang sedang mencari bahan untuk tugas di kampusnya. 
Read more

Thursday, October 11, 2018

Pengertian Accounting Information System Atau SIA

Materi berikut ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai pengertian Accounting Information System atau yang biasa kita kenal dengan SIA. Bagi anda yang mempelajari SIA tentu haru mengetahui sedikit apa itu SIA.

SIA adalah salah satu dari jenis SI ditinjau dari segi fungsionalnya juga merupakan bagian dari sistem berbasis komputer/CBIS yang mengubah data akuntansi menjadi informasi sekaligus merupakan susunan dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasi data keuangan menjadi informasi keuangan.


Bagan+Accounting+Information+System

Dokumen ------------------ ► formulir, catatan-catatan akuntansi, bukti-bukti transaksi
Alat komunikasi -----------►Komputer dan perlengkapannya, telpon, faks, dan lain-lain.
Informasi Keuangan ---- ► Laporan Keuangan ----- ► Informasi tentang

- Pendapatan dan biaya
- Aktiva dan kewajiban serta ekuitas
- Penjualan, Piutang, pembelian, utang, dan lain-lain.

Tujuan utama SIA adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi

SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. Tugas utama sistem informasi akuntansi adalah:

1. Pengumpulan data 
setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi.

2. Manipulasi data 
data perlu dimanipulasi untuk mengubahnya menjadi informasi, operasi manipulasi data meliputi:

a. Pengklasifikasian.
Identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi. Misalnya suatu catatan gaji mencakup kode yang mengidentifikasikan pegawai (nopen) depatemen pegawai itu (nodep) dan klasifikasi gaji pegawai.

b. Penyortiran
Catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode / elemen data lain. Misalnya file catatan gaji disusun sehinggan semua catatan untuk tiap pegawai terkumpul menjadi satu.

c. Perhitungan
Operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen data untuk menghasilkan elemen data tambahan. Dalam sistem gaji, misalnya upah perjam dikaitkan dengan jumlah jam kerja untuk menghasilkan pendapatan kotor.

d. Pengikhtisaran
Terdapat begitu banyak data yang perlu disentesis/ disarikan menjadi entuk total, subtotal , rata-rata dan seterusnya.

3. Penyimpana data -> dalam suatu perusahaan kecil terdapat ratusan transaksi dan tindakan setiap hari, diperusahaan besar terdapat ribuan. Tiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data ini harus disimpan disuatu tempat hingga diperlukan, data disimpan pada media penyimpanan sekunder dan file dapat diintegrasikan secara logis untuk membentuk suatu database. Sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.

4. Penyiapan dokumen -> SIA menghasilkan output perorangan dan organisasi baik didalam/diluar perusahaan. Output tersebut dipacu dalam dua cara:

a. Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi, contohnya adalah tagihan yang disiapkan setiap kali pesanan pelanggan diisi.

b. Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pada suatu saat tetentu, contohnya cek gaji yang disiapkan setiap hari jumat.

Sedangkan peranan SIA, antara lain:
1. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
2. SIA menyediakan database yang menyediakan banyak input bagi subsistem lainnya yang dapat digunakan untuk pemecahan permasalahan

SIA mempunyai alur input - proses - output, sebagai berikut :

1. Daur Operasional
Merupakan daur dari mulai terjadinya transaksi/ kejadian ekonomi sampai terekamnya transaksi tersebut dalam dokumen-dokumen. Terdiri dari subsistem

a. Daur/siklus pendapatan (revenue cycle)
Mencakup kegiatan penjualan .barang/jasa, penagihan dan pembayaran yang berkaitan.

b. Daur/siklus pengeluaran (expenditure cycle)
Mencakup kegiatan pengadaan bahan baku, barang dagangan, bahan pembantu, biaya faktor input lainnya, pelunas kewajiban.

c. Daur/siklus produksi (production cycle)
Mencakup kegiatan manufaktur yang mengubah bahan baku menjadi produk dan jasa.

d. Daur/siklus keuangan
Mencakup kegiatan penerimaan dan pengeluaran uang, manajemen modal termasuk kas.

2. Daur Penyusunan Laporan
Daur yang mengubah dokumen hasil transaksi dari daur operasi menjadi laporan, baik dalam bentuk laporan keuangan maupun laporan manajemen

Atau SIA terdiri dari subsistem-subsistem sebagai berikut :
- Subsistem penjualan
- Subsistem pembelian
- Subsistem produksi
- Subsistem keuangan
- Subsistem penyusunan laporan

Sistem Pelaporan Buku Besar/Keuangan(General Ledger)
sistem ini memproses rangkuman aktivitas siklus transaksi mengukur dan melaporkan status sumberdaya keuangan dan perubahan-perubahan sumberdaya tersebut. Serta mengkomunikasikan informasi ini kepada pemakai eksternal tersebut contohnya laporan keuangan, pengembalian pajak, dokumen hukum, dan lain-lain.

Sistem Pemrosesan Transaksi
Merupakan pusat dari seluruh fungsi sistem informasi yang melakukan :
- Mengkonversi peristiwa ekonomi ke transaksi keuangan
- Mencatat transaksi keuangan dalam jurnal dan buku besar
- Mendistribusikan informasi keuangan yang utama ke bagian operasi untuk kegiatan operasi harian.

Sistem Pelaporan Manajemen -> Menyediakan informasi keuangan internal yang diperlukan untuk manajemen.

Untuk karakteristik informasi pada setiap jenjang manajemen (kelompok internal) dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Lebih banyak waktu yang dicurahkan untuk kegiatan
- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat ikhtisar
- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat eksternal (environment)
- Lebih banyak waktu yang dicurahkan untuk kegiatan pengendalian,
- Info yang dibutuhkan lebih bersifat rinci dan rutin

- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat internal

Sistem informasi akuntansi yang efisien dan efektif didasarkan pada prinsipprinsip
dasar berikut ini :

a. Cost effectiveness (efektifitas biaya)
Dalam membangun suatu sistem informasi akuntansi, harus mempertimbangkan adanya efektifitas biaya. Manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari implementasi sistem informasi akuntansi harus melebihi biaya yang diperlukan untuk menyediakan sistem informasi tersebut.

b. Useful Output
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi harus bermanfaat bagi semua pihak. Agar dapat dimengerti, informasi harus dapat dimengerti, relevan, reliable, tepat waktu dan akurat. Oleh karena itu dalam membangun sistem informasi akuntansi, perancang sistem informasi akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan pengetahuan dari berbagai macam pengguna.

c. Flexibility (fleksibilitas)
Sistem informasi akuntansi harus fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan organisasi. Sistem akuntansi harus dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai macam pengguna dan adanya perubahan informasi yang diperlukan.
Untuk kelompok eksternal , pada umumnya memerlukan informasi yang bersifat umum dalam bentuk laporan keuangan (neraca, laporan L/R, arus kas, catatan akuntansi) dan penyusunan inforamsi. Terdiri dari : kreditur, pemegang saham, badan pajak (pemerintah), pemasok, pelanggan, bank, BAPEPAM, masyarakat umum.
Bank BAPEPAM -> menerima informasi dalam bentuk keuangan, pengembalian
pajak, laporan-laporan lain.

Pelanggan Pemasok -> menerima informasi berorentasi transaksi seperti


pembelian, penagihan, dokumen, pengiriman barang dan lain-lain.

Demikian materi kuliah sistem informasi kali ini mengenai pengertian Accounting Information System atau yang kita kenal dengan SIA (sistem informasi akuntansi). Semoga materi ini bermanfaat bagi kawan-kawan yang sedang belajar atau mencari tugas seputar artikel di atas.
Read more