Wednesday, October 17, 2018

Cara Mengembangkan Sistem Informasi

Ada banyak cara mengembangkan sistem informasi dan yang kali ini akan bahas ada 5 cara pengembangan sistem informasi, seperti insourcing, prototyping, pemakai paket perangkat lunak, selfsourcing dan outsourcing.
cara+mengembangkan+sistem+informasi


1. Insourcing
Merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan memanfaatkan spesialis yang ada dalam perusahaan tersebut. Contohnya adalah usaha pengembangan ICT dalam perusahaan, dengan membentuk divisi khusus yang berkompeten di bidangnya, seperti departemen EDP (Electronic Data Processing). Pada umumnya, alasan utama dari penerapan in-sourcing adalah faktor biaya.

Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pendekatan in-sourcing

1) Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.
2) Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih
3) Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport dan lain-lain.
4) Kedekatan departemen IT dan end user akan mempermudah komunikasi dalam pengembangan sistem.
5) Pengembangan sistem dilakukan oleh orang IT, sehingga penerapan software/hardware relatif lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
6) Biaya yang lebih murah karena tidak ada kontrak.
7) Respon yang cepat ketika terjadi masalah dalam sistem karena yang menangani masih dalam perusahaan yang sama .
8) Fleksibel, karena perusahaan dapat meminta perubahan sistem pada karyawannya sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kelemahan Penggunakan in-sourcing

1) Perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.
2) Mengurangi fleksibilitas strategi.
3) Supplier yang berpotensi memberikan produk dan layanan yang mahal.
4) Kinerja karyawan cenderung menurun ketika sudah menjadi pegawai tetap, karena faktor kenyamanan yang dimiliki pegawai tetap.
5) Tidak ada batasan biaya dan waktu yang jelas, karena tidak ada target.
6) Kebocoran data yang dilakukan oleh karyawan IT, dikarenakan tidak ada reward dan punishment yang jelas.
7) End user tidak terlibat secara langsung, sehingga terdapat kemungkinan hasil implementasi sistem tidak sesuai dengan kebutuhan end user.

2. Prototyping
Merupakan suatu pendekatan yang membuat suatu model yang memperlihatkan fitur-fitur suatu produk, layanan, atau sistem usulan. Modelnya dikenal dengan sebutan prototipe. Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pendekatan Prototyping

1) End user dapat berpartisipasi aktif
2) Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan
3) Mempersingkat waktu pengembangan SI
4) Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
5) Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
6) Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
7) Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
8) Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kelemahan penggunaan prototyping

1) Proses analisis dan perancangan terlalu singkat
2) Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah
3) Bisanya kurang fleksible dalam mengahadapi perubahan
4) Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah

3. Pemakai paket perangkat lunak
Pada prakteknya, sebuah paket perangkat lunak seringkali belum sesuai dengan semua kebutuhan perusahaan. Namun, adakalanya kemampuan yang ditawarkan sebuah paket perangkat lunak jauh melebihi dari kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan pula tindakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara kemampuan yang ditawarkan paket perangkat lunak dengan kebutuhan perusahaan. Pada keadaan seperti ini, tentu saja modul-modul yang sekiranya belum diperlukan dapat tidak dibeli.

Keuntungan pengembangan sistem informasi melalui pemakaian perangkat lunak

1) Menurangi kerja untuk perancangan, pemprograman, installasi dan pemeliharaan
2) Dapat menghemat waktu dan biaya jika yang dikembangkan adalah aplikasi bisnis yang umum
3) Mengurangi kebutuhan sumber daya internal bidang sistem informasi

Kelemahan

1) Kemungkinan tidak cocok dengan kebutuhan organisasi yang bersifat unik
2) Kemungkinan tidak dapat melakukan beberapa fungsi bisnis dengan baik
3) Pencocokan dengan kebutuhan menaikan biaya pengembangan

4. Selfsourcing
Merupakan suatu model pengembangan dan dukungan sistem teknologi informasi yang dilakukan oleh para pekerja pada suatu area fungsional dalam organisasi dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem informasi atau tanpa sama sekali. Model ini juga dikenal dengan end-user computing atau end-user development.
Keuntungan

1) Pemakai mengendalikan pembuatan sistem
2) Menghemat waktu dan biaya pengembangan
3) Mengurangi ketertinggalan aplikasi yang dikehendaki

Kelemahan

1) Dapat membuat sistem informasi berkembang biak tanpa dapat dikendalikan
2) Sistem tidak selalu memenuhi dengan standar jaminan mutu

5. Outsourcing
Pelimpahan suatu proses bisnis kepada pihak di luar organisasi yang dianggap mahir dibidang tersebut. Perusahaan mengambil pendekatan ini untuk lebih fokus meningkatkan performa “core competency” perusahaan. Misalnya perusahaan konsultan keuangan dengan 100 karyawan, yang menyerahkan urusan terkait IT, termasuk penyewaan, pemeliharaan komputer, pembuatan program dan sebagai, kepada suatu perusahaan outsource IT, sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain.

Keuntungan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource dalam mengembangkan sistem informasinya adalah :

1) Perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis intinya.
2) Dapat melakukan alih skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
3) Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan di masa datang
4) Sistem yang dibangun perusahaan outsource biasanya merupakan teknologi yang terbaru,sehingga dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan pengguna.
5) Dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
6) Bahasa pemrograman dan database disesuaikan dengan software yang sudah ada, sehingga menjadi seragam
7) Dapat diintegrasikan dengan software yang telah ada, karena staff IT mengetahui source codenya. Dengan tambahan keuntungan yaitu ditangani oleh tim yang lebih profesional di bidangnya, sehingga software yang dikembangkan lebih bagus kualitasnya.
8) Secara keseluruhan pendekatan outsourcing termasuk pendekatan dengan biaya yang rendah dibandingkan dengan insourcing, karena risiko kegagalan dapat diminimalisir

Kelemahan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource antara lain :

1) Biayanya lebih mahal dibandingkan mengembangkan sendiri
2) Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan di masa yang akn datang
3) Menurunkan kontrol perusahaan terhadap SI yang dikembangkan.
4) Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
5) Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Demikian materi singkat tentang cara mengembangkan sistem informasi yang dapat saya sampaikan di artikel kali ini. Semoga kawan kawan terbantu dalam mempelajari ilmu sistem informasi manajemen atau yang sedang mencari bahan untuk tugas di kampusnya. 
Read more

Thursday, October 11, 2018

Pengertian Accounting Information System Atau SIA

Materi berikut ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai pengertian Accounting Information System atau yang biasa kita kenal dengan SIA. Bagi anda yang mempelajari SIA tentu haru mengetahui sedikit apa itu SIA.

SIA adalah salah satu dari jenis SI ditinjau dari segi fungsionalnya juga merupakan bagian dari sistem berbasis komputer/CBIS yang mengubah data akuntansi menjadi informasi sekaligus merupakan susunan dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasi data keuangan menjadi informasi keuangan.


Bagan+Accounting+Information+System

Dokumen ------------------ ► formulir, catatan-catatan akuntansi, bukti-bukti transaksi
Alat komunikasi -----------►Komputer dan perlengkapannya, telpon, faks, dan lain-lain.
Informasi Keuangan ---- ► Laporan Keuangan ----- ► Informasi tentang

- Pendapatan dan biaya
- Aktiva dan kewajiban serta ekuitas
- Penjualan, Piutang, pembelian, utang, dan lain-lain.

Tujuan utama SIA adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi

SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. Tugas utama sistem informasi akuntansi adalah:

1. Pengumpulan data 
setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi.

2. Manipulasi data 
data perlu dimanipulasi untuk mengubahnya menjadi informasi, operasi manipulasi data meliputi:

a. Pengklasifikasian.
Identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi. Misalnya suatu catatan gaji mencakup kode yang mengidentifikasikan pegawai (nopen) depatemen pegawai itu (nodep) dan klasifikasi gaji pegawai.

b. Penyortiran
Catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode / elemen data lain. Misalnya file catatan gaji disusun sehinggan semua catatan untuk tiap pegawai terkumpul menjadi satu.

c. Perhitungan
Operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen data untuk menghasilkan elemen data tambahan. Dalam sistem gaji, misalnya upah perjam dikaitkan dengan jumlah jam kerja untuk menghasilkan pendapatan kotor.

d. Pengikhtisaran
Terdapat begitu banyak data yang perlu disentesis/ disarikan menjadi entuk total, subtotal , rata-rata dan seterusnya.

3. Penyimpana data -> dalam suatu perusahaan kecil terdapat ratusan transaksi dan tindakan setiap hari, diperusahaan besar terdapat ribuan. Tiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data ini harus disimpan disuatu tempat hingga diperlukan, data disimpan pada media penyimpanan sekunder dan file dapat diintegrasikan secara logis untuk membentuk suatu database. Sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.

4. Penyiapan dokumen -> SIA menghasilkan output perorangan dan organisasi baik didalam/diluar perusahaan. Output tersebut dipacu dalam dua cara:

a. Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi, contohnya adalah tagihan yang disiapkan setiap kali pesanan pelanggan diisi.

b. Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pada suatu saat tetentu, contohnya cek gaji yang disiapkan setiap hari jumat.

Sedangkan peranan SIA, antara lain:
1. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
2. SIA menyediakan database yang menyediakan banyak input bagi subsistem lainnya yang dapat digunakan untuk pemecahan permasalahan

SIA mempunyai alur input - proses - output, sebagai berikut :

1. Daur Operasional
Merupakan daur dari mulai terjadinya transaksi/ kejadian ekonomi sampai terekamnya transaksi tersebut dalam dokumen-dokumen. Terdiri dari subsistem

a. Daur/siklus pendapatan (revenue cycle)
Mencakup kegiatan penjualan .barang/jasa, penagihan dan pembayaran yang berkaitan.

b. Daur/siklus pengeluaran (expenditure cycle)
Mencakup kegiatan pengadaan bahan baku, barang dagangan, bahan pembantu, biaya faktor input lainnya, pelunas kewajiban.

c. Daur/siklus produksi (production cycle)
Mencakup kegiatan manufaktur yang mengubah bahan baku menjadi produk dan jasa.

d. Daur/siklus keuangan
Mencakup kegiatan penerimaan dan pengeluaran uang, manajemen modal termasuk kas.

2. Daur Penyusunan Laporan
Daur yang mengubah dokumen hasil transaksi dari daur operasi menjadi laporan, baik dalam bentuk laporan keuangan maupun laporan manajemen

Atau SIA terdiri dari subsistem-subsistem sebagai berikut :
- Subsistem penjualan
- Subsistem pembelian
- Subsistem produksi
- Subsistem keuangan
- Subsistem penyusunan laporan

Sistem Pelaporan Buku Besar/Keuangan(General Ledger)
sistem ini memproses rangkuman aktivitas siklus transaksi mengukur dan melaporkan status sumberdaya keuangan dan perubahan-perubahan sumberdaya tersebut. Serta mengkomunikasikan informasi ini kepada pemakai eksternal tersebut contohnya laporan keuangan, pengembalian pajak, dokumen hukum, dan lain-lain.

Sistem Pemrosesan Transaksi
Merupakan pusat dari seluruh fungsi sistem informasi yang melakukan :
- Mengkonversi peristiwa ekonomi ke transaksi keuangan
- Mencatat transaksi keuangan dalam jurnal dan buku besar
- Mendistribusikan informasi keuangan yang utama ke bagian operasi untuk kegiatan operasi harian.

Sistem Pelaporan Manajemen -> Menyediakan informasi keuangan internal yang diperlukan untuk manajemen.

Untuk karakteristik informasi pada setiap jenjang manajemen (kelompok internal) dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Lebih banyak waktu yang dicurahkan untuk kegiatan
- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat ikhtisar
- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat eksternal (environment)
- Lebih banyak waktu yang dicurahkan untuk kegiatan pengendalian,
- Info yang dibutuhkan lebih bersifat rinci dan rutin

- Info yang dibutuhkan lebih banyak bersifat internal

Sistem informasi akuntansi yang efisien dan efektif didasarkan pada prinsipprinsip
dasar berikut ini :

a. Cost effectiveness (efektifitas biaya)
Dalam membangun suatu sistem informasi akuntansi, harus mempertimbangkan adanya efektifitas biaya. Manfaat dan keuntungan yang diperoleh dari implementasi sistem informasi akuntansi harus melebihi biaya yang diperlukan untuk menyediakan sistem informasi tersebut.

b. Useful Output
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi harus bermanfaat bagi semua pihak. Agar dapat dimengerti, informasi harus dapat dimengerti, relevan, reliable, tepat waktu dan akurat. Oleh karena itu dalam membangun sistem informasi akuntansi, perancang sistem informasi akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan pengetahuan dari berbagai macam pengguna.

c. Flexibility (fleksibilitas)
Sistem informasi akuntansi harus fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan organisasi. Sistem akuntansi harus dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai macam pengguna dan adanya perubahan informasi yang diperlukan.
Untuk kelompok eksternal , pada umumnya memerlukan informasi yang bersifat umum dalam bentuk laporan keuangan (neraca, laporan L/R, arus kas, catatan akuntansi) dan penyusunan inforamsi. Terdiri dari : kreditur, pemegang saham, badan pajak (pemerintah), pemasok, pelanggan, bank, BAPEPAM, masyarakat umum.
Bank BAPEPAM -> menerima informasi dalam bentuk keuangan, pengembalian
pajak, laporan-laporan lain.

Pelanggan Pemasok -> menerima informasi berorentasi transaksi seperti


pembelian, penagihan, dokumen, pengiriman barang dan lain-lain.

Demikian materi kuliah sistem informasi kali ini mengenai pengertian Accounting Information System atau yang kita kenal dengan SIA (sistem informasi akuntansi). Semoga materi ini bermanfaat bagi kawan-kawan yang sedang belajar atau mencari tugas seputar artikel di atas.
Read more

Tuesday, October 9, 2018

Apa Itu Model Referensi OSI

Kali ini saya akan memberikan sedikit materi sistem informasi mengenai Open System Interconnection atau yang dikenal sebagai OSI, yaitu merupakan salah satu standard dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO. Bagi anda yang sedang mendalami ilmu jaringan komputer tentu pernah bertanya-tanya apa itu model referensi OSI. Baiklah langsung saja kita masuk ke bahasan utama kita pada artikel kali ini.
Model+Referensi+OSI

Tujuan Model Referensi OSI
a. Menjadi patokan untuk perkembangan prosedur komunikasi pada masa depan.
b. Mengatasi hubungan yang mungkin timbul antar pemakai dengan cara memberikan fasilitas yang sesuai.
c. Membagi permasalahan prosedur penyambungan menjadi sub struktur.
d. Memenuhi kebutuhan pemakai kini maupun masa yang akan datang.

Prinsip Kerja Model Referensi
a. Setiap lapisan memiliki fungsi dan proses yang berbeda
b. Sebuah lapisan harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda
c. Fungsi setiap lapisan dipilih berdasarkan penetapan protokol yang telah memenuhi standar internasional.
d. Batasan lapisan harus ditentukan agar dapat meminimalkan arus informasi yang melewati interface.
e. Jumlah lapisan diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak kesulitan memakainya.

Ada 7 Layer Model Referensi OSI :

1. Physical Layer
a. Berfungsi untuk  menentukan karakteristik dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
b. Berfungsi untuk menstranfer dan menentukan cara bit – bit dikodekan, menangani interkoneksi fisik (kabel), mekanik, elektrikal, prosedural yaitu dimana kabel , konektor dan spesifikasipensinyalan didefinisikan.

2. Datalink Layer
a. Menentukan protokol untuk pertukaran frame data yang lewat melalui kabel. Serta pengambilan dan pelepasan paket data dari dan ke kabel, deteksi, dan koreksi kesalahan, serta pengiriman ulang data.
b. Pengambilan dan pelepasan paket data dari dan ke kabel, deteksi, dan koreksi kesalahan, serta pengiriman ulang data.

3. Network Layer
a. Bertanggungjawab untukmerutekan paket ke tujuan yangseharusnya.
b. Pengendalian operasi subnet dan mengatasi semua masalah yang ada
pada jaringan sehingga memungkinkan jaringan – jaringan yang berbeda bisa saling terkoneksi.
c. Menentukan jenis layanan untuk session layer dan pada giliranya jenis layanan bagi para pemakai jaringan
d. Menyediakan koneksi end to end (ujung ke ujung) di antara komputer – komputer.
e. Memastikan ketiga layer terendah  bekerja dengan benar serta menyediakan aliran data yang transparan, dan logis antara end user dengan jaringan yang dipilihnya.
f. Merupakan layer yang menyediakan layanan bagi user lokal
g. Bertugas untuk menciptakan frame, memisahkannya dan menggabungkanya kembali

4. Transport Layer
a. Berfungsi untuk menerima data dari session layer
b. Memecah data menjadi bagian - bagian yang lebih kecil  

5. Session Layer
a. Mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya
b. Menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi – aplikasi tertentu
c. Session layer diperlukan juga untuk kendali dialog antara proses yang menentukan penanganan komunikasi dua arah dan pengujian paket yang keluar dari urutannya.
Baca Juga : Pengertian Statistik
6. Presentation Layer
Melakukan terjemahan struktur data di antara berbagai arsitektur, perbedaan dalam representasi data dikelola di tingkat ini.

7. Application Layer
a. Berfungsi untuk menyediakan akses tingkat aplikasi ke jaringan
b. Transfer terminal remote dan elemen lain dari jaringan, aktivitasnya yang sering dlakukan seperti akses dan transfer file

Nah demikian materi sistem informasi mengenai model referensi OSI yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga dapat menjadi bahan yang membantu anda dalam mempelajari ilmu jaringan komputer untuk tugas kuliah atau tuntutan pekerjaan anda.
Read more

Monday, October 8, 2018

Apa Itu Subnetting dan Pengaturan Subneting

Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai subnetting, apa itu subnetting serta pengaturan sederhana dari subneting tersebut. Karena biasanya subneting ini sangat penting kita ketahui bagi anda yang akan dan telah terjun di dunia jaringan komputer baik di sekolah ataupun di kantor anda bekerja.

Arti dari Subnetting adalah proses memecah jaringan / network menjadi beberapa sub network atau dalam pengertian lainnya adalah untuk menjadikan host sebagai subnet.
IP Class
pengaturan+subnetting

IP Address range


Subnetting

1. Pembagian jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting
2. Teknologi yang berbeda, Dalam suatu organisasi dimungkinkan menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya.
3. Kongesti pada jaringan, Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
4. Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.

Pembentukan subnet

pengaturan+subneting

Pembentukan subnet
a. Berdasarkan jumlah jaringan/subnet
b. Berdasarkan jumlah komputer yang terhubung ke jaringan/host

Berdasarkan Jumlah Jaringan/subnet
1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.  Misalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan.
255 -> 11111111
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
3. Dari 255 -> 11111111 -> jumlah bitnya adalah 8
4. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2. Misal dari contoh di atas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
5. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
6. Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
7. 11111111.11111111.11111111.00000000
(24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)
8. Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx
dengan netmash 255.255.255.0.
xxx -> menunjukkan hostID antara 0-255
9. Biasa ditulis dengan 192.168.0/24 à 192.168.0 menunjukkan NetID dan 24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
10. Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.

Contoh pembentukan Subnet
-  Misal : IP Address 202.150.10.0
-  Konversi Biner :
-  Net-ID :
-  Host-ID :
-  Subnet Mask :
-  Subnet Mask baru :
-  Subnet (1) : ……………. Range IP :
-  Subnet (2) : ……………. Range IP :
-  …dst

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai subnetting mulai dari artinya hingga cara kita mengatur subnetting itu sendiri. Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang sedang belajar jaringan di sekolah, kampus atau mungkin tempat kerja anda yang mengharuskan anda mengenal dunia jaringan komputer.

Read more

Sunday, September 30, 2018

Sistem Bisnis Fungsional

Kali ini saya akan memberikan sedikit materi mengenai Sistem bisnis fungsional, ini merupakan sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan bisnis perusahaan kepada kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Jenis sistem informasi yang mendukung diantaranya akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia.
Sistem+Bisnis+Fungsional

SISTEM PEMASARAN

Fungsi bisnis dari pemasaran berhubungan dengan perencanaan, promosi dan penjualan produk-produk yang ada dalam pasar yang ada, serta pengembangan berbagai produk baru serta pasar baru untuk dapat dengan lebih baik menarik serta melayani pelanggan lama maupun calon pelanggan. Dengan demikian pemasaran dianggap sebagai fungsi penting dalam operasi bisnis suatu
perusahaan.

1. Pemasaran Interaktif
Pemasaran interaktif ditemukan untuk mendeskripsikan proses pemasaran yang berfokus pada pelanggan, yang berdasarkan pada penggunaan Internet, intranet dan ekstranet untuk membuat transaksi dua arah antara perusahaan dengan para pelanggan atau calon pelanggannya. Tujuannya untuk memungkinkan perusahaan menggunakan secara menguntungkan jaringan mereka supaya dapat menarik serta mempertahankan pelanggan yang akan menjadi mitra perusahaan dalam membuat, membeli serta meningkatkan produk dan jasa. Hasil yang diharapkan adalah campuran yang kaya dari data penting pemasaran, ide-ide produk baru, penjualan yang banyak, dan hubungan dengan pelanggan yang kuat.

2. Pemasaran yang Bersasaran (Targeded Marketing)
Pemasaran yang Bersasaran (targeded marketing) adalah konsep manajemen promosi dan iklan yang meliputi sasaran:
a. Komunitas. Perusahaan dapat menyesuaikan pesan iklan dan metode promosi untuk komunitas tertentu.
b. Isi. Isi dari pesan-pesan ditujukan pada kelompok sasaran.
c. Konteks. Iklan diarahkan hanya pada orang-orang yang telah mencari informasi mengenai suatu subjek yang berhubungan dengan produk perusahaan.
d. Demografis/fisiografis. Usaha pemasarn dapat ditujukan hanya untuk jenisjenis atau kelas-kelas tertentu, contohnya penghasilan menengah, laki-laki dan sebagainya.
e. Perilaku online. Usaha iklan dan promosi dapat dibentuk setiap adanya kunjungan ke suatu situs oleh seseorang.

3. Otomatisasi Tenaga Penjualan
Otomatisasi Tenaga Penjualan merupakan cara untuk mendapatkan keunggulan strategis dalam produktivitas penjualan serta responsivitas pemasaran.

SISTEM PRODUKSI

Sistem informasi produksi mendukung fungsi produksi/operasi meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan serta pengendalian proses menghasilkan barang atau jasa. Sistem informasi digunakan untuk manajemen operasi dan pemrosesan transaksi pendukung semua peruahaan yang harus merencanakan, memonitor dan mengendalikan persediaan, pembelian serta arus
barang dan jasa.

Computer -Integrated Manufacturing (CIM) adalah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai sistem pabrik terkomputerisasi. CIM memiliki tiga tujuan dasar:
1) Penyederhanaan semua teknologi dan teknik produksi
2) Otomatisasi sebanyak mungkin proses produksi
3) Mengintegrasikan semua proses produksi dan pendukung dengan
menggunakan jaringan komputer, software lintas fungsi, serta teknologi informasinya.

Contohnya, computer-aided design/CAD menggunakan kerja sama atas desain produk dan proses baru. Kemudian sistem manufacturing resource planning membantu merencanakan berbagai jenis sumberdaya yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Tujuan utama dari CIM dan sistem informasi semacam itu adalah untuk menciptakan proses produksi yang fleksibel dan lincah, yang secara efisien menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi dengan mendukung berbagai konsep sistem produksi yang fleksibel, produksi yang bergerak cepat dan manajemen kualitas total.

a. Sistem computer-aided design (CAD) dan computer-aided engineering (CAE)  membantu para teknisi mendesain produk yg lebih baik.
b. Sistem computer-aided process planning membantu proses produksi yang lebih baik.
c. Material requirements planning (MRP) membantu merencanakan berbagai jenis bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi
d. Manufacturing resource planning akan mengintegrasikan MRP dengan jadwal produksi dan operasi bengkel kerja.
e. Sistem Computer-Aided Manufacturing (CAM) adalah berbagai sistem yang mengotomatisasi proses produksi, salah satu cara adalah dengan menggunakan Manufacturing execution system (MES)
f. Manufacturing execution system (MES) adalah sistem informasi pemonitor kinerja untuk operasi tempat kerja pabrik: memonitor, menelusuri, dan mengendalikan lima komponen dasar yang terlibat dlm proses produksi: bahan baku, perlengkapan, personel, perintah dan spesifikasi serta berbagai fasilitas produksi.
g. Pengendalian proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang terus berjalan. Sebuah komputer yang mengendalikan proses membutuhkan penggunaan peralatan sensor khusus yang mengukur fenomena fisik, seperti perubahan suhu atau tekanan.
h. Pengendalian mesin adalah penggunaan berbagai komputer untuk mengendalikan berbagai tindakan mesin (pengendalian numerik).

SISTEM SUMBER DAYA MANUSIA

Sistem informasi sumberdaya manusia mendukung manajemen sumberdaya manusia dalam organisasi. Sistem tersebut yang meliputi sistem informasi untuk kepegawaian dalam organisasi, pelatihan dan pengembangan, serta administrasi kompensasi, situs Web MSDM di internet atau intranet perusahaan menjadi alat yang penting untuk menyediakan layanan SDM bagi karyawan dan calon karyawan.

Sistem sumber daya manusia didesain untuk mendukung:
- Perencanaan untuk memenuhi kebutuhan personel perusahaan
- Mengembangkan potensi karyawan
- Mengendalikan semua kebijakan dan program personel

Banyak perusahaan telah lebih jauh menggunakan fungsi manajemen personel dengan membangun Human Resources Information System (HRIS) yang secara umum mendukung penggunaan yang strategis, taktis dan operasional dalam sumber daya manusia sebuah organisasi (gambar 8.3).

Sebagai contoh HRIS mendukung:
- Perekrutan, pemilihan dan pemberian pekerjaan
- Penempatan kerja
- Penilaian kinerja
- Analisis manfaat karyawan
- Pelatihan dan pengembangan
- Kesehatan, keselamatan dan keamanan

SISTEM AKUNTANSI dan KEUANGAN

Sistem akuntansi berbasis komputer mencatat dan melaporkan arus dana melalui pengaturan dan pembuatan laporan keuangan historis. Sistem semacam ini menghasilkan menghasilkan prakiraan kondisi di masa mendatang. Sistem akuntansi operasional menekankan pemeliharaan catatan historis dan pembuatan laporan keuangan yang akurat. Sistem akuntansi manajemen berfokus pada perencanaan dan pengendalian operasi bisnsi. Sistem tersebut menekankan pada laporan akuntansi biaya dan laporan analitis yang membandingkan konerja yang sesungguhnya dengan yang diperkirakan.

Beberapa sistem akuntansi perusahaan yang umum:
a. Pemrosesan pesanan.
Menangkap dan memproses pesanan pelanggan serta menghasilkan data untuk pengendalian persediaan dan piutang
b. Pengendalian persediaan.
 Memproses data yangg mencerminkan perubahan dalam persediaan dan memberi informasi pengiriman serta pemesanan ulang.
c. Piutang.
Mencatat jumlah yang belum dibayar oleh para pelanggan dan menghasilkan faktur untuk pelanggan, laporan bulanan untuk pelanggan serta laporan manajemen kredit
d. Utang usaha.
Mencatat pembelian dari, jumlah yang masih belum dibayar ke, dan pembayaran ke pemasok, serta menghasilkan laporan manajemen kas
f. Penggajian.
Mencatat pekerjaan karyawan dan data kompensasi serta menghasilkan cek gaji dan dokumen serta laporan penggajian
g. Buku besar.
 Mengonsolidasikan data dari sistem akuntansi lainnya dan menghasilkan laporan keuangan periodik derta berbagai laporan usaha.

Sistem manajemen keuangan berbasis perusahan mendukung manajer bisnis dan para praktisi dalam keputusan yang berkaitan dengan keuangan bisnis dan alokasi dan pengendalian sumber daya keuangan. Kategori utama sistem manajemen keuangan meliputi manajemen kas dan investasi, penganggaran, modal, perkiraan keuangan, dan perencanaan keuangan.
Baca Juga : Pengertian Sistem Ekonomi dan Bisnis
Demikianlah materi sistem informasi tentang sistem bisnis fungsional yang dapat saya berikan kepada kawan kawan semua. Semoga dapat membantu anda dalam mencari tugas mengenai sistem bisnis fungsional ataupun yang sedang mencari materi pembelajaran seperti yang sudah saya sajikan ini. 
Read more